Home Notisia Timor-Leste Bergabung dengan Pasar Registri Palsu yang Tumbuh Pesat dan Menampung Kapal...

Timor-Leste Bergabung dengan Pasar Registri Palsu yang Tumbuh Pesat dan Menampung Kapal Tersanksi

1554
0
(freepik.com)

Ditulis oleh: Bridget Diakun & Richard Meade 

Timor-Leste, negara demokrasi termuda di Asia, baru saja masuk dalam daftar panjang negara-negara yang secara tidak sadar dimanfaatkan oleh para penipu sebagai kedok untuk mendaftarkan kapal palsu yang digunakan oleh kapal-kapal tersanksi dalam perdagangan gelap berisiko tinggi.

Timor-Leste telah menjadi lokasi target terbaru dari operasi bendera palsu, yang mendaftarkan kapal-kapal tersanksi melalui registri pelayaran yang sepenuhnya ilegal.

Menurut data Lloyd’s List, setidaknya delapan kapal mulai menggunakan bendera palsu Timor-Leste sejak April.

Lima di antaranya secara langsung dikenakan sanksi karena terlibat dalam operasi armada bayangan (shadow fleet operations).

Daftar Kapal yang Diduga Menggunakan Bendera Palsu Timor-Leste

Nama Kapal (IMO)Jenis KapalBendera Saat IniTanggal MulaiBendera SebelumnyaCatatan
Emaar 1 (9057551)Tanker produkTimor-Leste31 Mei 2025Tanzania
Syndra (9321976)Tanker minyak mentahTimor-Leste2 April 2025Panama
Olina (9282479)Tanker minyak mentahTimor-Leste16 Juni 2025Sao Tome dan Principe
Monte Bianco (9385233)Kapal pengangkut curahTimor-Leste23 Juni 2025Gambia
Sea Master 1 (8965141)Kapal kargo umumTimor-Leste7 April 2025Iran
Evelina (9235713)Tanker minyak mentahTimor-Leste3 April 2025Panama
Torero M (9292503)Tanker minyak mentahTimor-Leste8 Juni 2025Sierra Leone
Nancy (9171838)Tidak diketahuiTimor-Leste5 April 2025Tidak diketahuiMenggunakan nomor IMO dari kapal yang telah dihapus

Sumber: Lloyd’s List Intelligence / Seasearcher
Catatan: Bendera saat ini ditentukan berdasarkan nomor MMSI kapal.

Tanggapan Pemerintah Timor-Leste

Perwakilan dari Direktorat Nasional Transportasi Maritim Timor-Leste telah mengonfirmasi bahwa tidak satu pun kapal tersebut terdaftar secara resmi oleh pemerintah, dan saat ini mereka tengah menyelidiki cara untuk menghentikan keberadaan kapal-kapal “ilegal” tersebut.

Menurut Alberto Pereira, dari Direktorat Nasional Transportasi Maritim, pemerintah sedang bekerja sama dengan setidaknya satu negara lain dan pihak terkait untuk menutup registri tersebut dan mencegah kapal-kapal mengklaim identitas Timor-Leste.

Kapal-kapal yang terdaftar di bawah bendera palsu menggunakan nomor unik sembilan digit yang dikenal sebagai Maritime Mobile Service Identity (MMSI).

“Timor-Leste tidak pernah menerbitkan nomor MMSI atau mendaftarkan kapal dari negara lain,” kata Pereira.
“Setiap kapal yang menggunakan bendera dan nomor MMSI Timor-Leste adalah ilegal, dan kami berharap kapal-kapal tersebut dapat ditahan dan diproses sesuai hukum internasional.”

Pemerintah Timor-Leste pertama kali mengetahui penipuan ini ketika Lloyd’s List melaporkan bahwa tanker-tanker tersanksi mulai menggunakan bendera Timor-Leste pada bulan April.

Sejak saat itu, Badan Keselamatan Maritim Tiongkok juga telah menyampaikan kekhawatiran langsung kepada otoritas Timor-Leste, khususnya setelah kapal Olina (IMO: 9282479) mengganti bendera dari Sao Tome ke Timor-Leste pada 16 Juni, sebelum melakukan kunjungan gelap ke pelabuhan Dongying.

Olina adalah contoh khas dari tren baru kapal-kapal yang menggunakan bendera palsu. Tanker berusia 20 tahun ini dicoret dari registri Panama pada Februari setelah pemiliknya, Sunne, sebuah perusahaan yang terdaftar di Hong Kong, dikenai sanksi oleh US Treasury karena terlibat dalam ekspor minyak Rusia.

Sunne mengoperasikan 10 kapal tanker yang menjadi target sanksi, dan dua di antaranya, Syndra dan Olina, telah mulai menggunakan bendera Timor-Leste.

Syndra juga telah dicoret dari registri Panama.

Dampak terhadap Reputasi dan Upaya Pemerintah

Kemunculan daftar palsu ini menjadi pukulan bagi pemerintah Timor-Leste, yang sebelumnya berencana untuk menghidupkan kembali registri kapal resmi yang dulunya digunakan untuk perdagangan senjata terapung (floating armouries).

Kapal floating armoury terakhir yang terdaftar di bawah bendera Timor-Leste, OTS Yeoman (IMO: 7114197), tenggelam dalam keadaan misterius di Laut Merah awal tahun ini.

Pada November tahun lalu, delegasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) datang ke Tibar, Timor-Leste, untuk mengadakan lokakarya nasional selama seminggu, guna membantu negara tersebut memenuhi kewajiban internasional berdasarkan konvensi IMO dan memperkuat tata kelola maritim.

Lokakarya ini melibatkan 23 pejabat dari Administrasi Maritim Timor-Leste, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tanggung jawab negara bendera (flag state) berdasarkan peraturan IMO.

Namun, sejak pertemuan itu, tampaknya registri palsu justru berkembang lebih cepat dari rencana resmi pemerintah.

Timor-Leste bukan satu-satunya negara yang berjuang menghadapi ledakan registri palsu yang muncul tanpa sepengetahuan mereka.

*Berita ini diambil dari website https://www.lloydslist.com/LL1154093/Timor-Leste-joins-rapidly-growing-market-of-fake-registries-taking-in-sanctioned-tonnage

*Diterjemahkan dengan mengunakan Chatgpt

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here